Pembukuan Bendahara Pengeluaran

Penanya : Dedi Istiqomah

Pertanyaan :

Mohon informasi yang jelas terhadap Pembukuan Bendahara PMK 73/2008 dan PER-47/2009.

  1. Bagaimana tata cara pembukuan SPM/SP2D LS-Pihak Ketiga (Rekanan/Pegawai) pada BKU, Buku Pembantu LS dan Buku Pembantu Pajak?
  2. Terlepas dari kewajiban Bendahara Pengeluaran sebagai wajib pungut setor lapor, apakah pajak yang dipotong melalui SPM harus dicatat juga pada Buku Pembantu Pajak? dasar hukum? Mohon penjelasan dari PER-47/2009 Pasal 63. Apabila diterima Penerimaan Negara Bukan Pajak yang didapat dari transaksi Belanja DIPA (persekot, pengembalian gaji, dll) apakah dibukukan oleh Bendahara Pengeluaran atau Bendahara Penerimaan?Terimakasih

Jawaban :

  1. Mohon diperjelas apakah SP2D dimaksud adalah LS kepada pihak ketiga atau melalui Bendahara Pengeluaran? Apabila merupakan LS kepada pihak ketiga maka cukup dibukukan di BKU dan buku pengawasan anggaran. Sementara untuk LS kepada Bendahara Pengeluaran dibukukan pada BKU sebesar nilai bruto di sisi debet dan nilai potongan di sisi kredit sementara pada BP Kas dan BP LS Bendahara diisi sebesar nilai netto pada sisi debet namun pada buku Pengawasan anggaran diisi nilai Bruto.
  2. Mohon diperjelas pula SPM apa yang dimaksud. Yang jelas prinsipnya adalah siapa yang membayar maka dia yang memotong sehingga setiap yang dibayarkan dan dipotong oleh Bendahara maka harus dimasukkan dalam BP Pajak. Namun khusus untuk PPh pasal 22, yang bertindak sebagai wajib pungut untuk pembayaran dengan SPM LS kepada pihak ketiga adalah KPA sehingga tidak perlu dibukukan oleh bendahara.
  3. Apabila terdapat penerimaan negara yang bukan merupakan penerimaan fungsional maka dikelola oleh Bendahara Pengeluaran kecuali diatur secara khusus.

Leave a Reply